DIARY-DIARY, TOO…

MOVING…THE MOVE… Have Moved…

Posted by: Inspirations on: January 23, 2010

I’ve moved my writings to new address: http://godmeandmydiary.wordpress.com

“Hitung berkatNYA Satu-satu…”

Posted by: Inspirations on: January 4, 2010

Ada lagu yg kalimatnya di atas, hitung berkatNYA satu-satu, muncul sementara saya menginventarisir hal-hal penting di tahun 2009.

Terinspirasi dari kalimat teman yang bilang bahwa: “Dipikir2, th 2009 banyak bencana lho ya. Padahal kan th kesembuhan dan mukjizat yang kreatif”.

Saya pun menginventarisir bencana2 alam dan musibah yang silih berganti serta berskala “nasional” karena dahsyat kerusakan yg ditimbulkannya. Tapiiiii saya juga tergerak untuk menginventarisir berkat TUHAN sepanjang 2009.

Dan setelah membaca daftar bencana vs berkat TUHAN, saya mulai “terbuka” dan mengaminkan bahwa tahun 2009 memang tahun kesembuhan dan mukjizat yang kreatif!! Saya juga tergerak untuk menjadikan kegiatan inventarisir ini rutin setiap tahun, supaya saya menghitung berkat TUHAN satu per satu, dan tidak pernah lupa bahwa kebaikanNYA selalu mengelilingi hidup ini seperti pagar yang kokoh… (sekalipun badai dan topan mengerikan datang silih berganti….)

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2)

Bahasa Inggris yg tidak konsisten…

Posted by: Inspirations on: January 2, 2010

Menurut seorang teman di kantor, bahasa Inggris adalah bahasa paling sulit berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh… saya lupa siapa.

Dipikir-pikir bener juga sih.

Vokal “o” di kata “thomb” dibaca beda dengan “bomb”
Vokal “oo” di kata “blood” dibaca beda dengan “room”
Vokal “ea” di kata “wear” dibaca beda dengan “meat”
Vokal “oe” di kata “shoes” dibaca beda dengan “goes”, “woes”, “foes”

Apalagi??Ternyata memang banyak inkonsistensi dalam bahasa Inggris… wuh!!!

Tapi buat orang Jawa, dua vokal dalam bahasa Inggris gak pernah dibaca lengkap.
“Smile”-tidak dibaca “smail”, tapi “smel” sudah cukup.
“Out”-tidak dibaca “aut”, tapi “ot” juga sudah jelas.

Mau pilih mana? Inggris-inggris atau inggris-jawa? Biar konsisten gitu maksudnya…. :P

Lampu Kamar

Posted by: Inspirations on: January 2, 2010

Lampu di kamar saya akhirnya mati kemarin, setelah beberapa hari pangkal dari bodi lampu terlihat mulai berubah warnanya jadi kehitaman. Maka setelah nonton Avatar hari ini, saya pun membeli sebuah lampu sebelum pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah….

“Ono H gaaaakkkk?” tanya saya yang bermaksud meminta si H memasang lampu di kamar.
“Mau pasang lampuuu!” kata saya yang ditanya, buat apa cari si H.
Oh, ternyata papa saya membeli tongkat pemasang lampu, jadi tidak perlu bersusah payah naik tangga.

“Hare geneeee masang lampu aja gak bisa masang sendereee??” kira-kira itu pesan dari si pencipta tongkat “ajaib” untuk memasang lampu.

Dibantu mama, lampu mati yang masih nancep di langit-langit mulai diambil menggunakan si tongkat ajaib tadi, seperti mau mengunduh (mengambil) buah mangga dari pohonnya.

Semua lancar, sampai tiba-tiba……bohlam terlepas dari tongkat sementara posisinya masih jauh dari lantai!!! Waduh gawaaaatttt!!! Saya dan mama bersiap untuk yang terburuk! Adegan berikutnya: bohlam meluncur ke bawah, mama mulai merem, takut, saya memperhatikan bohlam yang sama “menabrak” lantai, tapi dalam posisi terbalik, alias “pantat”-nya yang mengenai lantai lebih dulu, lalu lampu mendarat di bawah, UTUH!!

Puji Tuhaaaannnn….. gak kebayang kalau lampu itu meluncur dengan posisi belingnya yang kena ke lantai, pasti pecah berantakan…. berkeping-keping dengan serpihan terserak di antara kaki-kaki tanpa sendal….

Dalam bayangan saya, ada malaikat Tuhan yang membalikkan posisi bohlam dan membiarkannya jatuh secara natural di lantai, tanpa harus pecah… sekali lagi thank God for that!!!

Jakarta, 28 Desember 2009

Do what you love!

Posted by: Inspirations on: December 30, 2009

Malam itu saya masih belum bisa tidur, maka saya menyalakan TV. Setelah hujan deras, TV di rumah mendadak “kesemutan” alias banyak bintik2nya. Bad signal! Tapi karena di acara itu ada presenter sebut saja A, yang adalah favorit saya, maka saya melihat (baca: mendengar) sampai acara selesai.

Satu kalimat A yg saya ingat adalah (kira-kira bunyinya begini), “Kalau saya sudah nyaman bekerja, senyaman-nyamannya, maka saya akan di situ terus, nggak seperti dia nih, yang selalu meninggalkan saya, dan berpindah ke lain hati…demi uang, uang, uang!” Dia mengatakan itu sambil menunjuk-nunjuk sahabatnya si B (sebut saja begitu) yang memang hari itu mewawancarai dia. Mereka sesama presenter, tapi jelas si A lebih “eksis” di dunia layar kaca ketimbang B.

Banyak orang hari-hari ini mencari “uang”/gaji yang lebih tinggi alias menempatkan uang di atas segalanya dan berpikir bahwa dengan menerima banyak uang, dia sudah mendapatkan “segalanya” dalam hidup. Padahal, salah satu kunci sukses adalah melakukan apa yang kita cintai!

Waktu kita mencintai apa yang kita lakukan, dan terus melakukannya, tanpa peduli apakah ada “big money” di dalamnya atau tidak, kemungkinan untuk “sukses” adalah jauh lebih besar ketimbang kita memilih mencintai uang (baca: to chase the big money).

Btw, apa sih arti sukses? Buat saya, ketika saya melakukan apa yg saya cintai, dan dibayar untuk itu sehingga tidak perlu pusing dengan kehidupan, karena saya sanggup menikmati kehidupan itu sendiri…. Itu artinya sukses!

28 Desember 2009

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.