DIARY-DIARY, TOO…

Banjir…

Posted by: Inspirations on: November 13, 2009

Hari ini lengkap sudah “penderitaan” saya. Kalau kemarin kejebak banjir jadi nggak bisa jalan kaki ke rumah dari jalan raya, tapi masih bisa bersyukur.

Cerita kemarin…. “Asal lampu ra mati wae,” begitu kata pahlawan saya hari kemarin, bernama Hari juga. Artinya, dia sedang bersyukur karena walaupun banjir, listriknya tidak mati.
Saya juga menyahut, “Asal gak ujan!” sambil bersyukur karena hanya menerobos banjir dibonceng motor yang mesinnya kata Hari ada di “pantat” motor, jadi bukan di bawah, makanya tegar menerjang banjir.

Jadi kemarin sore itu, saya kuaget luar biasa, karena buanjir besaaarrrr. Setelah mengambil kacamata di seberang rumah, saya bingung karena tidak ada kendaraan umum yang berani lewat jalanan ke komplek gara-gara para sejawat mereka mogok gak karuan. Akhirnya saya telepon “the hero” dan langsung dijawab, “Iyo! Tak jemput yo!!” Oh, luar biasah!!

Tunggu punya tunggu, lha kok nggak dateng-dateng… saya telepon rumah. Ternyata info tidak jelas tentang keberadaan Hari. Akhirnya Hari yang menelepon, tapi karena HP esia saya selalu aneh tiap kali diajak multiple call maka saya menelepon balik. “Buanjir gede!” kata Hari, yang artinya saya harus maju kurang lebih 100 meter untuk bertemu di tempat yang “agak” surut.

Puji Tuhan semua lancar… akhirnya saya naik motor sampai rumah! Aaahhh leganya… Keadaan kemarin seperti jaman perang (di film-film). Semua berantakan. Banyak penumpang menunggu angkot. Banyak motor mogok. Mobil juga mogok. Jalanan becek. Macet. Genangan tinggi dan tidak tinggi. Ekspresi-ekspresi bingung, termasuk saya yang bingung tapi mencoba pakai “topeng” muka tenang… Yah begitulah. Ada yang naik becak, kendaraan dahsyat yang anti mogok di tengah banjir. Aaaahhh Jakarta… Jakarta… bener-bener deh!!

Tapi hari ini, baruuu tutup pintu mobil temen dan membuka payung, tiba-tiba air hujan yang deras ditambah angin kencang membasahi bagian belakang sekujur tubuh saya. Hmmm… payungnya gak efek.. saya pun memiringkan payung ke belakang, karena ternyata air hujan “menyerbu” dari arah belakang.

Jalanan juga sudah penuh genangan air… (teringatlah saya pernah terjebak nggak bisa pulang rumah di lokasi yang sama gara-gara Jakarta buanjir besar waktu itu), jadi kaki saya terpaksa basah kuyup terkena air kotor setinggi betis kodok. Saya masih bisa bersyukur… “Mayanlah, gue dah pake sendal jepit hari ini, setidaknya dah lebih siap!” Sendal teplek bermote emas andalan saya warna coklat kecelep (bahasa apa tuh “kecelep”) genangan air selama 3 hari gara-gara hujan deras atau jalanan becek bekas hujan sore hari.

Begitu naik bis (saya takut kalau naik bajaj malah mogok di tengah banjir nanti begitu sampai di jalanan depan komplek) saya terus berdoa dan berharap supaya hujan mereda. Tapi tidak terjadi perubahan. Hujan tetap deras. Di tempat turunnya saya dari bis, jalanan kosong melompong, padahal biasanya banyak orang antri kendaraan umum. Yaaa… hujan deras soalnyah!

Saya menerobos hujan deras + angin dengan celana basah dan payung yang nyaris membuat saya terangkat dari tanah beberapa millimeter (nggak segitunya sih..), menyeberang jalan. Dan… puji Tuhan ada mikrolet yang bersedia mengangkut penumpang walaupun jalanan di depan … wuih! tinggi juga banjirnya sudah… Oh Tuhan… !

Begitu saya sampai di depan komplek, ternyata listrinya mati!!! Lengkaplah sudah hari ini …. Hujan deras+angin, banjir dan listrik mati! Selagi berjalan menuju rumah dari turun angkot, sepertinya hati saya ada suara, “Masih bisa ngucap syukur nggak nih…??” hehehe… berat yaaa… tapi harus mengucap syukur.

Kata gembala saya, “Jangan fokus kepada awan gelap, tapi fokus kepada tuntunan Tuhan, janji-janji TUHAN…!” Oh Tuhan… saya mau berfokus sama tuntunan dan janji-janji Tuhan saja kok memang… betapapun tantangannya beraaaatttt banget hari ini…

Dengan berfokus kepada kebaikan Tuhan, ucapan syukur lebih gampang keluar walaupun itu tadi… “lengkap” pake hujan angin, banjir dan mati listrik….

Tuhan tetap baik! Saya sampai di rumah tanpa kurang sesuatu pun. Tas hitam andalan saya kedap air! Puji Tuhan! Sampai rumah saya langsung buru2 mandi, ketimbang mandi dalam gelap kan… Eee… Tidak berapa lama listrik nyala!! Puji Tuhan!

1 Response to "Banjir…"

wahh itukan hujan pertama kali di hari jumat diJakarta, dan akhirnya membuat dimana2 banjir dan macett.., aku sempet liat di TV daerah situ banjir hehehhe…., ya lah jeng daerah situ emank langganan banjir…, mau ga mau harus mengucap syukurr…, so jgn takut n jijik klo menerjang banjir krn dari situ kita belajar utk mensyukuri dan melatih tubuh kita utk peka tidak sakit klo kena hal sprti ini…..sukses jeng hehehe….Gbu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.