Posted by: Inspirations on: December 28, 2009
Setelah mengamat-amati beberapa teman dan kerabat, dekat maupun jauh, saya mendapati bahwa setiap pribadi yang memasuki sebuah pernikahan akan menghadapi dua hal. Pertama, menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Kedua, sebaliknya, jadi pribadi yang jauh lebih buruk.
Beberapa contoh kasus:
Seorang teman yang menyebalkan, dan saya berharap dia berubah jadi tidak menyebalkan setelah menikah, ternyata justru tetap menyebalkan, dan hmm… I think she’s even worst. (bahkan waktu mengetik ini saja wajah si teman langsung pop up di kepala saya… dia benar-benar menyebalkaaaannnn…..!)
Seorang kerabat pun saya dapati demikian. Sebagai seorang yang tidak menyenangkan, saya berharap dia menjadi “menyenangkan” setelah menikah. Ternyata tidak. She becomes even worst…
Ada juga yang menyenangkan, tapi jadi menyebalkan setelah menikah… wuh! Cem mana ini?
Sebaliknya saya menemui seorang kerabat yang mengalami perubahan luar biasa menjadi jauh lebih baik setelah menikah. (Wajah si kerabat juga langsung pop-up di kepala, karena perubahannya memang signifikan)
Tapi saya kok percayanya begini, seharusnya masing-masing pasangan menjadi pribadi yang jauh lebih baik ketika dia memasuki sebuah pernikahan. Kenapa? Sebab dalam sebuah pernikahan masing-masing secara alami akan membangun pasangannya dan bukan meruntuhkan.
Kemungkinan sih, buat yang menjadi lebih buruk itu memang sudah dari sononya tipe orang yang nggak mau belajar dari kehidupan/kekurangan, kelemahannya (kind of auban person). Itu sebabnya setelah bertemu dengan pasangannya dan menikah, dia justru memaksa pasangannya untuk mengerti kelemahannya. Atau kemungkinan kedua, pasangannya memang “menyebalkan” juga… klop! (biasanya memang begitu… makanya saya agak rancu alasan kenapa sebuah pernikahan menghasilkan 2 hal berbeda, apakah gara-gara menikahi orang yg “menyebalkan” juga atau..?)
Pertanyaannya, A marriage will make you a better person or worst?
January 1, 2010 at 12:44 pm
Bukannya pertanyaannya: kapan lo merit?? Wkwkwkwk